• Jelajahi

    Copyright © TECHNONEWS | BERITA TECHNO TERKINI HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Lapan: Tidak Benar Fenomena Matahari Solar Minimum Timbulkan Bencana

    TECHNONEWS
    Selasa, 19 Mei 2020, 22:25 WIB Last Updated 2020-05-19T15:25:31Z
    loading...

    TECHNNEWS ■ Matahari saat ini sedang berada pada periode solar minimum. Para ilmuwan dunia mengatakan dari jumlah bintik matahari (sunspots) yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir.

    Para ilmuwan NASA mengkhawatirkan akan munculnya Dalton Minimum yang pernah terjadi antara tahun 1790-1830. Beberapa bencana alam dikaitkan dengan fenomena tersebut, termasuk letusan Gunung Tambora pada 1815.

    Mengutip Spaceweather .com, sudah 100 hari pada tahun 2020 Matahari menunjukkan nol bintik. Hingga bulan ini, Matahari telah mengalami kekosongan sunspots sebesar 76 persen.

    Sementara sepanjang tahun 2019, matahari mengalami kekosongan sunspots sebesar 77 persen. Apakah fenomena solar minimum sedang terjadi? Apakah benar fenomena tersebut menimbulkan bencana?

    Peneliti Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Dr Johan Muhammad, mengatakan bahwa benar Matahari sedang berada pada fase minimum. Bahkan, menurutnya Matahari sudah akan bersiap menuju fase maksimum dalam beberapa tahun mendatang.

    “Matahari memiliki siklus, disebut sebagai siklus Matahari atau solar cycle. Ada kalanya siklus berada di fase minimum, dan di lain waktu menjadi fase maksimum,” tutur Johan, Senin (18/5/2020).

    Siklus tersebut, lanjut ia, ditentukan oleh jumlah bintik Matahari yang muncul di permukaan bintang tersebut. Panjang satu siklus Matahari berlangsung sekitar 11 tahun.

    “Semakin banyak jumlah bintik, menandakan Matahari berada pada fase maksimum. Semakin sedikit bintik yang muncul, maka Matahari berada pada fase minimum,” paparnya.

    Para ilmuwan menyebutkan keterkaitan fenomena solar minimum dengan rentetan bencana yang ada di Bumi. Dalam situs The Sun, para ilmuwan memprediksi datangnya bencana seperti gempa bumi, cuaca beku, dan kelaparan.

    “Tidak benar solar minimum bisa menimbulkan bencana parah di Bumi,” tampik Johan. (R/KR)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru