• Jelajahi

    Copyright © TECHNONEWS | BERITA TECHNO TERKINI HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tim Double Track SMAN 1 Jetis Ponorogo Meraih Predikat Trainer Inspiratif

    BASS BOSS
    Rabu, 08 Januari 2020, 18:17 WIB Last Updated 2020-05-18T18:48:22Z
    loading...

    Aninda Miftahul Munawaroh menjadi model rambut curly.

    TECHNONEWS ■ Tangan terampil dan cekatan tiga pelajar Aninda Miftakhul  Munawaroh, Niswa Malika Fitra Tania Z.F, dan Tirta Nyssa Salsabila membuat juri SMA Double Track (DT) Jawa Timur geleng-geleng.

    Pasalnya, pada Minggu (29/12/2019) lalu, mereka menunjukkan keahliannya dalam tata kecantikan rambut. Mereka adalah pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jetis Ponorogo.

    Sempat mengalami kendala saat latihan karena bersamaan dengan kegiatan sekolah, mereka optimis akan membawa nama almamaternya dalam ajang Festival SMA Double Track. Akhirnya, predikat trainer inspiratif berhasil mereka gondol.

    “Senang. Tidak sia-sia kami memahami dan mendalami materi,” tutur Aninda saat diwawancarai via WhatsApp Selasa, (7/1/2020).
    Bertempat di Jatim Expo Surabaya, mereka bersaing melawan 16 sekolah dari 157 sekolah se-Jawa Timur dalam bidang tata kecantikan rambut.  Curly dan blow merupakan tata kecantikan rambut yang disuguhkan. Aninda Miftakhul  Munawaroh menjadi model rambut curly.

    Dibantu kedua timnya, rambut sedada gadis itu dibuat bergelombang bagian bawah. Wajah ovalnya terlihat lebih menawan dengan sensasi model rambut baru. Sementara, Niswa Malika Fitra Tania Z.F pelajar kelas XI IPS, rambut indahnya disulap menjadi model blow.

    “Dua teman laki-laki, Danang Eko Saputro dan Bagus Irwinsyah turut membantu persiapan tata rambut,” ungkap pelajar kelas XI IPS.

    Siti Rohmatin, Wakil Kepala bagian Kesiswaan mengungkapkan, mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Jatim dalam program Double Track. Sebab itulah, pihaknya bekerja sama dengan Panda Salon dan SPA. Kami menyiapkan segala perlengkapan juga memberikan fasilitas baik sarana dan prasarana untuk terlaksananya kegiatan tersebut.

    Guru asal Desa Coper Jetis Ponorogo itu menceritakan, mulanya ingin menampilkan dua kelas DT, yaitu kelas tata boga dan kecantikan rambut. Namun, berdasarkan pertimbangan bersama hanya menampilkan satu kelas.

    “Syukur, nama kami sampai sana (DT Jatim Expo, Red), dan mendapat predikat trainer inspiratif,” tambahnya.

    Secara terpisah, Sutoyo, trainer tata kecantikan rambut mengaku kaget dan tidak percaya menjadi trainer inspiratif DT 2019. Lelaki pemilik Panda Salon dan SPA asal Desa Jabung ini mengungkapkan memilih tata kecantikan rambut dari tujuh bidang keterampilan lain karena dari 157 sekolah di Jawa Timur kebanyakan menampilkan tata boga. Selain itu pula, tata kecantikan rambut lebih cocok dengan keseharian gaya anak milenial.

    “Semoga ke depan bisa menampilkan lebih bagus lagi,” pungkasnya.

    Reporter: Suci Ayu Latifah
    Alumni STKIP PGRI Ponorogo.



    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru